Jumat, 27 Januari 2017

Naskah pidato Sumpah Pemuda

Assalamualaikum Wr. Wb.

Kepada Bapak Kepala Sekolah yang saya hormati, Bapak wali kelas yang saya hormati, juga dewan guru yang saya hormati, tak lupa juga kepada rekan-rekan kelas 3 yang saya cintai.

Pertama, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan nikmatnya berupa kesehatan sehingga pada kesempatan kali ini kita bisa berkumpul disini dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda.



Rekan-rekan dan hadirin yang saya cintai.
Jika kita melihat kenyataan sekarang, orang-orang yang dimanjakan oleh zaman. Kemajuan tekhnologi yang semakin tinggi ini semakin “meninabobokan” kita sehingga tertidur lelap. Telivisi sudah memakai remote, handphone sudah memiliki fasilitas yang lengkap. Kendaraan yang sudah semakin lengkap dan banyak. Semuanya serba bisa kita temukan di zaman sekarang.

Namun dibalik semua itu muncul suatu kebiasaan baru yaitu kebiasaan bermalas-malasan. Semua kemudahan membuat kita malas untuk melakukan hal-hal yang dianggap sulit.

Jika hal ini kita biarkan tentunya dapaknya akan sangat buruk bagi mereka dan masa depan mereka. Kita bagi kaum muda juga harus mewaspadai penyakit malas ini. Penyakit malas ini sangat berbahaya bagi masa depan kita. Lambat laun kemalasan akan membuat kita tidak bisa berbuat apa-apa ketika kita dihadapkan dengan kerasnya kehidupan.

Rekan-rekan saya yang saya banggakan, maka dari itu mulai saat ini marilah kita singsingkan lengan baju dan bangkitkan semangat kita. Jangan biarkan rasa malas membelenggu kita. Jangan biarkan rasa malas mengungkung kita sehingga kita menjadi generasi pengecut, menjadi generasi yang lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Kita harus bisa menjadi generasi yang bisa diandalkan dan dibanggakan. Kita harus mampu menjadi agen pembaharu lingkungan kita. Masa muda adalah masa yang penuh semangat, masa muda adalah masa yang penuh gairah. Mari kita bertindak ke arah yang positif. Kita buat diri kita menjadi contoh kebaikan yang mampu menularkan semangat kepada rekan-rekan kita yang lain.

Mungkin cukup sekian yang dapat saya sampaikan, semoga lain kali kita bisa berjumpa lagi. Mohon maaf jika ada salah kata atau kata-kata yang kurang berkenan.
Saya ucapkan terimakasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb

Kamis, 26 Januari 2017

Pidato Kemerdekaan



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabartakaatuh.
Hadirin Yang Saya Hormati
Dengan anugerah Allah Swt, yang telah diberikan kepada kita semua berupa kesehatan jasmani dan rohani, sehingga pagi yang cerah ini kita sebagai bangsa Indonesia tercinta, baik di kota maupun pelosok tanah air kita bisa memperingati hari yang sangat bersejarah, yaitu kemerdekaan.
Saudara-saudara sebangsa setanah air Indonesia.
Pagi hari ini tepatnya tanggal 17 Agustus tahun 2016 berarti bangsa Indonesia memperingati Indonesia merdeka yang ke 71 Hari yang bersejarah, tak pernah dilupakan selalu dikenang, diperingati, k arena mulai tanggal dan bulan tersebut Indonesia lahir, Indonesia bebas dari cengkeraman penjajah yang menindas, menjajah memperkosa hak asasi bangsa Indonesia waktu itu.
Saudara-saudara sebangsa setanah air Indonesia
Ketahuilah bahwasannya kemerdekaan semata-mata anugerah dari Allah Swt, dan juga disertai perjuangan yang mati-matian tak kenal lelah, tak pantang mundur, tak putus asa semuanya demi Indonesia yang tercinta ini. Pada pejuang kita bermandikan darah aikibat serangan dari penjajah angkara murka. Para penjajah bersenjatakan serba lengkap dan modern, tetapi pejuang kita hanya menggunakan senjata tradisional, yakni bambu runcing, Walaupun tidak imbang tentara yang dihadapi pejuang kita, namun semangat berkobar membara pejuang kita terus maju, maju, maju tak selangkahpun mundur beliau bersemboyan lebih baik mati dari pada diinjak-injak penjajah.
Saudara-saudara sebangsa setanah air Indonesia.
Para pahlawan menyingkirkan para penjajah tidaklah ringan. akan tetapi nyawalah menjadi taruhan. Walaupun senjata yang serba terbatas, tetapi berkat pertolongan Allah Swt, disertai semangat yang membara akhimya kemenangan ditangan pahlawan kita, yakni para penjajah menyingkir dari bumi tercinta Indonesia ini
Saudara-saudara sebangsa setanah air Indonesia
Sebagai bangsa Indonesia hendaknya mengetahui tentang liku-liku perjuangan untuk merebut tanah air Indonesia. Sehingga sebagai generasi penerus tentunya merasa bangga dan menghargai jasa-jasa beliau para pejuang, yang banyak mati di medan perang demi Indonesia yang tercinta. Kita sebagai generasi penerus hendaknya mengungkapkan rasa syukur yang sedalam-dalamnya atas anugerah kemerdekaan Indonesia ini. Isi kemerdekaan ini dengan belajar, dan bekerja yang giat sesuai dengan profesi masing-masing.

Saudara-saudara sebangsa setanah air Indonesia, yang kami hormati.
Kita sekarang hidup ditanah air Indonesia maju ini tentunya harus bangga berterima kasih kepada pemimpin-pemimpin kita atas keberhasilan dalam,pembangunan di segala bidang. Indonesia maju demi kesejahteraan rakyatnya. Keberhasilan pembangunan di Indonesia sudah kita rasakan bersama, sudah merasa, baik di kota maupun di desa-desa. Hal ini haruslah kita sadar, bahwa semuanya bisa terwujud adanya kerja sama yang baik, bersatu, bersemangat antara satu dengan lainnya
Saudara-saudara sebangsa setanah air Indonesia yang tercinta.
Sebagai generasi muda haruslah mampu mendukung pembangunan ini dengan sepenuhnya, ikut serta turun aktif, serta menjaga dan melestarikan pembangunan yang sudah wujud itu, jangan malah bikin keributan, perusakan, hura-hura yang berakibat mengganggu ketenangan masyarakat, mengganggu ketertiban keamanan, bila hal tersebut sampai terjadi sedemikian itu maka namanya generasi muda yang tidak mau mengisi serta meneruskan kemerdekaan, Indonesia. Itu namanya generasi muda yang tidak berfikir rasional hanya bersenang-senang membuat keributan, bahkanmenentang pemimpin padahal orang Islam harus patuh dan laat kepada Allah, kepada Rasul, dan kepada pemimpin-pemimpin kita.
Saudara-saudara sebangsa setanah air Indonesia, yang tercinta.
Melalui pidato peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI Ke 71 saya mengajak terutama kepada pribadi saya dan kepada lapisan generasi muda, mari kita melaksanakan aktifitas yang positif demi kemajuan kita bersama, agar menjadi generasi muda yang handal, kreatif maju demi bangsa Indonesia.
Saudara-saudara sebangsa setanah air Indonesia, yang tercinta.
Dengan kemajuan yang begitu pesat negara Indonesia yang tercinta ini kita harus bangga atas keberhasilan pemimpin-pemimpin kita.
Mari kita berdo’a kepada Allah Swt, mudah-mudahan bangsa Indonesia tetap jaya selamanya, mudah-mudahan pemimpin-pemimpin kita diberi kekuatan untuk memimpin beraneka ragam corak bangsa Indonesia. Mudah-mudahan bangsa Indonesia damai, tentram dari gangguan, baik yang datangnya dari luar-maupun dari dalam.
Demikian pidato singkat yang dapat saya sampaikan bila terdapat kata-kata yang kurang berkenan dihati saudara sekalian kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Ihdinash shraathal mustaqiim.
Wassalamu’ alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Rabu, 25 Januari 2017

Toleransi Antar Umat Beragama



Manusia merupakan makhluk individu sekaligus juga sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial manusia diwajibkan mampu berinteraksi dengan individu / manusia lain dalam rangka memenuhi kebutuhan. Dalam menjalani kehidupan sosial dalam masyarakat, seorang individu akan dihadapkan dengan kelompok-kelompok yang berbeda dengannya salah satunya adalah perbedaan kepercayaan / agama.

Toleransi Antar Umat Beragama

Dalam menjalani kehidupan sosial tidak bisa dipungkiri akan ada gesekan-gesekan yang akan dapat terjadi antar kelompok masyarakat, baik yang berkaitan dengan agama atau ras. Dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan dalam masyarakat maka diperlukan sikap saling menghargai dan menghormati, sehingga tidak terjadi gesekan-gesekan yang dapat menimbulkan pertikaian.


Dalam pembukaaan UUD 1945 pasal 29 ayat 2 telah disebutkan bahwa "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya sendiri-sendiri dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya" Sehigga kita sebagai warga Negara sudah sewajarnya saling menghormati antar hak dan kewajiban yang ada diantara kita demi menjaga keutuhan Negara dan menjunjung tinggi sikap saling toleransi antar umat beragama.



Arti dan Makna Toleransi
Toleransi berasal dari bahasa latin dari kata "Tolerare" yang berarti dengan sabar membiarkan sesuatu. Jadi pengertian toleransi secara luas adalah suatu perilaku atau sikap manusia yang tidak menyimpang dari aturan, dimana seseorang menghormati atau menghargai setiap tindakan yang dilakukan orang lain.

Toleransi juga dapat dikatakan istilah pada konteks agama dan sosial budaya yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap golongan-golongan yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas pada suatu masyarakat. Misalnya toleransi beragama dimana penganut Agama mayoritas dalam sebuah masyarakat mengizinkan keberadaan agama minoritas lainnya. Jadi toleransi antar umat beragama berarti suatu sikap manusia sebagai umat yang beragama dan mempunyai keyakinan, untuk menghormati dan menghargai manusia yang beragama lain.


Istilah toleransi juga dapat digunakan dengan menggunakan definisi "golongan / Kelompok" yang lebih luas, misalnya orientasi seksual, partai politik, dan lain-lain. Sampai sekarang masih banyak kontroversi serta kritik mengenai prinsip-prinsip toleransi baik dari kaum konservatif atau liberal. 

Pada sila pertama dalam Pancasila, disebutkan bahwa bertaqwa kepada tuhan menurut agama dan kepercayaan masing-masing merupakan hal yang mutlak. Karena Semua agama menghargai manusia oleh karena itu semua umat beragama juga harus saling menghargai. Sehingga terbina kerukunan hidup anatar umat beragama.

Contoh Perwujutan Toleransi Beragama:
  • Memahami setiap perbedaan.
  • Sikap saling tolong menolong antar sesama umat yang tidak membedakan suku, agama, budaya maupun ras.
  • Rasa saling menghormati serta menghargai antar sesama umat manusia.

Contoh pelaksanaan Toleransi Beragama:
  • Memperbaiki tempat-tempat umum 
  • Kerja bakti membersihkan jalan desa
  • Membantu korban kecelakaan lalu-lintas.
  • Menolong orang yang terkena musibah atau bencana alam
Jadi, bentuk kerjasama ini harus kita praktekkan dalam kegiatan yang bersifat sosial kemasyarakatan serta tidak menyinggung keyakinan pemeluk agama lain. melalui toleransi diharapkan terwujud ketertiban, ketenangan dan keaktifan dalam menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing..

Toleransi Umat Beragama di Indonesia
Pandangan ini muncul dilatarbelakangi oleh semakin meruncingnya hubungan antar umat beragama di indonesia. Penyebab munculnya ketegangan antar umat beragama tersebut antara lain:
Kurangnya pengetahuan para pemeluk agama akan agamanya sendiri dan agama pihak lain.
  • Kaburnya batas antara sikap memegang teguh keyakinan agama dan toleransi dalam kehidupan masyarakat.
  • Sifat dari setiap agama, yang mengandung misi dakwah dan tugas dakwah.
  • Kurangnya saling pengertian dalam menghadapi masalah perbedaan pendapat.
  • Para pemeluk agama tidak mampu mengontrol diri, sehingga tidak menghormati bahkan memandang randah agama lain.
  • Kecurigaan terhadap pihak lain, baik antar umat beragama, intern umat beragama, atau antara umat beragama dengan pemerintah.
                               
Pluralitas agama hanya dapat dicapai seandainya masing-masing kelompok bersikap lapang dada satu sama lain. Sikap lapang dada dalam kehidupan beragama akan memiliki makna bagi kemajuan dan kehidupan masyarakat plural, apabila ia diwujudkan dalam:
  • Sikap saling mempercayai atas itikad baik golongan agama lain.
  • Sikap saling menghormati hak orang lain yang menganut ajaran agamanya.
  • Sikap saling menahan diri terhadap ajaran, keyakinan dan kebiasan kelompok agama lain yang berbeda, yang mungkin berlawanan dengan ajaran, keyakinan dan kebiasaan sendiri.

Contoh Toleransi Umat Beragama dalam Kehidupan Nyata
Toleransi antarumat beragama antara pemeluk Agama Islam dan Kristen di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan dan Masjid Al Hikmah, Serengan, Kota Solo, Jateng. yang tercipta sejak dahulu.

"Dua bangunan tersebut berdampingan serta memiliki alamat yang sama, yaitu di Jalan Gatot Subroto Nomor 222, Solo,"

Namun Perbedaan keyakinan tidak menyurutkan semangat pemeluk Kristen dan Islam setempat untuk saling menjaga kerukunan, menghormati dan mengembangkan sikap toleransi. Bangunan Masjid Al Hikmah didirikan pada tahun 1947 sedangkan GKJ Joyodingratan didirikan 10 tahun sebelumnya atau sekitar 1937. namun Toleransi antarumat beragama telah tercipta sejak lama disini.
Misalnya saat pelaksanaan Idul Fitri yang jatuh pada Minggu. Pengelola gereja langsung menelepon pengurus masjid untuk menanyakan soal kepastian perayaan Idul Fitri. Kemudian pengurus gereja merubah jadwal ibadah paginya pada Minggu menjadi siang hari, agar tidak mengganggu umat Islam yang sedang menjalankan shalat Idul Fitri.

Contoh lainnya adalah pengurus masjid selalu membolehkan halaman Masjid untuk parkir kendaraan bagi umat kristiani GKJ Joyoningratan saat ibadah Paskah maupun Natal.

hal tersebut merupakan contoh kecil toleransi antarumat beragama yang hingga saat ini terus dipelihara. Baik pihak gereja maupun Pihak masjid, saling menghargai dan memberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah dengan khusyuk dan lancar bagi masih-masing pemeluknya. seandainya terdapat oknum tertentu yang akan mengusik kerukunan antar umat beragama di tempat tersebut, baik pihak masjid maupaun gereja akan bergabung untuk mencegahnya.


Sekian Artikel tentang Toleransi Antar Umat Beragama, semoga artikel diatas dapat bermanfaat bagi sobat dan dapat memberikan pengetahuan serta dapat membantu mengimplementasikan praktek-praktek toleransi beragama dalam kehidupan bermasyarakat.