Assalamualaikum Wr. Wb.
Kepada Bapak Kepala Sekolah yang saya hormati, Bapak wali kelas yang
saya hormati, juga dewan guru yang saya hormati, tak lupa juga kepada
rekan-rekan kelas 3 yang saya cintai.
Pertama, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita kehadirat
Allah SWT. Yang telah memberikan nikmatnya berupa kesehatan sehingga
pada kesempatan kali ini kita bisa berkumpul disini dalam rangka
memperingati hari sumpah pemuda.
Rekan-rekan dan hadirin yang saya cintai.
Jika kita melihat kenyataan sekarang, orang-orang yang dimanjakan oleh
zaman. Kemajuan tekhnologi yang semakin tinggi ini semakin
“meninabobokan” kita sehingga tertidur lelap. Telivisi sudah memakai
remote, handphone sudah memiliki fasilitas yang lengkap. Kendaraan yang
sudah semakin lengkap dan banyak. Semuanya serba bisa kita temukan di
zaman sekarang.
Namun dibalik semua itu muncul suatu kebiasaan baru yaitu kebiasaan
bermalas-malasan. Semua kemudahan membuat kita malas untuk melakukan
hal-hal yang dianggap sulit.
Jika hal ini kita biarkan tentunya dapaknya akan sangat buruk bagi
mereka dan masa depan mereka. Kita bagi kaum muda juga harus mewaspadai
penyakit malas ini. Penyakit malas ini sangat berbahaya bagi masa depan
kita. Lambat laun kemalasan akan membuat kita tidak bisa berbuat apa-apa
ketika kita dihadapkan dengan kerasnya kehidupan.
Rekan-rekan saya yang saya banggakan, maka dari itu mulai saat ini
marilah kita singsingkan lengan baju dan bangkitkan semangat kita.
Jangan biarkan rasa malas membelenggu kita. Jangan biarkan rasa malas
mengungkung kita sehingga kita menjadi generasi pengecut, menjadi
generasi yang lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa.
Kita harus bisa menjadi generasi yang bisa diandalkan dan dibanggakan.
Kita harus mampu menjadi agen pembaharu lingkungan kita. Masa muda
adalah masa yang penuh semangat, masa muda adalah masa yang penuh
gairah. Mari kita bertindak ke arah yang positif. Kita buat diri kita
menjadi contoh kebaikan yang mampu menularkan semangat kepada
rekan-rekan kita yang lain.
Mungkin cukup sekian yang dapat saya sampaikan, semoga lain kali kita
bisa berjumpa lagi. Mohon maaf jika ada salah kata atau kata-kata yang
kurang berkenan.
Saya ucapkan terimakasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb
My Blog
Jumat, 27 Januari 2017
Kamis, 26 Januari 2017
Pidato Kemerdekaan
Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabartakaatuh.
Hadirin
Yang Saya Hormati
Dengan
anugerah Allah Swt, yang telah diberikan kepada kita semua berupa kesehatan
jasmani dan rohani, sehingga pagi yang cerah ini kita sebagai bangsa Indonesia
tercinta, baik di kota maupun pelosok tanah air kita bisa memperingati hari
yang sangat bersejarah, yaitu kemerdekaan.
Saudara-saudara
sebangsa setanah air Indonesia.
Pagi
hari ini tepatnya tanggal 17 Agustus tahun 2016 berarti bangsa Indonesia
memperingati Indonesia merdeka yang ke 71 Hari yang bersejarah, tak pernah
dilupakan selalu dikenang, diperingati, k arena mulai tanggal dan bulan
tersebut Indonesia lahir, Indonesia bebas dari cengkeraman penjajah yang
menindas, menjajah memperkosa hak asasi bangsa Indonesia waktu itu.
Saudara-saudara
sebangsa setanah air Indonesia
Ketahuilah
bahwasannya kemerdekaan semata-mata anugerah dari Allah Swt, dan juga disertai
perjuangan yang mati-matian tak kenal lelah, tak pantang mundur, tak putus asa
semuanya demi Indonesia yang tercinta ini. Pada pejuang kita bermandikan darah
aikibat serangan dari penjajah angkara murka. Para penjajah bersenjatakan serba
lengkap dan modern, tetapi pejuang kita hanya menggunakan senjata tradisional,
yakni bambu runcing, Walaupun tidak imbang tentara yang dihadapi pejuang
kita, namun semangat berkobar membara pejuang kita terus maju, maju, maju tak
selangkahpun mundur beliau bersemboyan lebih baik mati dari pada diinjak-injak
penjajah.
Saudara-saudara
sebangsa setanah air Indonesia.
Para
pahlawan menyingkirkan para penjajah tidaklah ringan. akan tetapi nyawalah
menjadi taruhan. Walaupun senjata yang serba terbatas, tetapi berkat
pertolongan Allah Swt, disertai semangat yang membara akhimya kemenangan
ditangan pahlawan kita, yakni para penjajah menyingkir dari bumi tercinta
Indonesia ini
Saudara-saudara
sebangsa setanah air Indonesia
Sebagai
bangsa Indonesia hendaknya mengetahui tentang liku-liku perjuangan untuk
merebut tanah air Indonesia. Sehingga sebagai generasi penerus tentunya merasa
bangga dan menghargai jasa-jasa beliau para pejuang, yang banyak mati di medan
perang demi Indonesia yang tercinta. Kita sebagai generasi penerus hendaknya
mengungkapkan rasa syukur yang sedalam-dalamnya atas anugerah kemerdekaan
Indonesia ini. Isi kemerdekaan ini dengan belajar, dan bekerja yang giat sesuai
dengan profesi masing-masing.
Saudara-saudara
sebangsa setanah air Indonesia, yang kami hormati.
Kita
sekarang hidup ditanah air Indonesia maju ini tentunya harus bangga berterima
kasih kepada pemimpin-pemimpin kita atas keberhasilan dalam,pembangunan di
segala bidang. Indonesia maju demi kesejahteraan rakyatnya. Keberhasilan
pembangunan di Indonesia sudah kita rasakan bersama, sudah merasa, baik di kota
maupun di desa-desa. Hal ini haruslah kita sadar, bahwa semuanya bisa terwujud
adanya kerja sama yang baik, bersatu, bersemangat antara satu dengan lainnya
Saudara-saudara
sebangsa setanah air Indonesia yang tercinta.
Sebagai
generasi muda haruslah mampu mendukung pembangunan ini dengan sepenuhnya, ikut
serta turun aktif, serta menjaga dan melestarikan pembangunan yang sudah wujud
itu, jangan malah bikin keributan, perusakan, hura-hura yang berakibat
mengganggu ketenangan masyarakat, mengganggu ketertiban keamanan, bila hal
tersebut sampai terjadi sedemikian itu maka namanya generasi muda yang tidak
mau mengisi serta meneruskan kemerdekaan, Indonesia. Itu namanya generasi muda
yang tidak berfikir rasional hanya bersenang-senang membuat keributan,
bahkanmenentang pemimpin padahal orang Islam harus patuh dan laat kepada Allah,
kepada Rasul, dan kepada pemimpin-pemimpin kita.
Saudara-saudara
sebangsa setanah air Indonesia, yang tercinta.
Melalui
pidato peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI Ke 71 saya mengajak terutama
kepada pribadi saya dan kepada lapisan generasi muda, mari kita melaksanakan
aktifitas yang positif demi kemajuan kita bersama, agar menjadi generasi muda
yang handal, kreatif maju demi bangsa Indonesia.
Saudara-saudara
sebangsa setanah air Indonesia, yang tercinta.
Dengan
kemajuan yang begitu pesat negara Indonesia yang tercinta ini kita harus bangga
atas keberhasilan pemimpin-pemimpin kita.
Mari
kita berdo’a kepada Allah Swt, mudah-mudahan bangsa Indonesia tetap jaya
selamanya, mudah-mudahan pemimpin-pemimpin kita diberi kekuatan untuk memimpin
beraneka ragam corak bangsa Indonesia. Mudah-mudahan bangsa Indonesia damai,
tentram dari gangguan, baik yang datangnya dari luar-maupun dari dalam.
Demikian
pidato singkat yang dapat saya sampaikan bila terdapat kata-kata yang kurang
berkenan dihati saudara sekalian kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Ihdinash shraathal mustaqiim.
Wassalamu’
alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Rabu, 25 Januari 2017
Toleransi Antar Umat Beragama
Manusia merupakan makhluk individu
sekaligus juga sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial manusia
diwajibkan mampu berinteraksi dengan individu / manusia lain dalam rangka
memenuhi kebutuhan. Dalam menjalani kehidupan sosial dalam masyarakat, seorang
individu akan dihadapkan dengan kelompok-kelompok yang berbeda dengannya salah
satunya adalah perbedaan kepercayaan / agama.
Dalam menjalani kehidupan sosial
tidak bisa dipungkiri akan ada gesekan-gesekan yang akan dapat terjadi antar
kelompok masyarakat, baik yang berkaitan dengan agama atau ras. Dalam rangka
menjaga persatuan dan kesatuan dalam masyarakat maka diperlukan sikap saling
menghargai dan menghormati, sehingga tidak terjadi gesekan-gesekan yang dapat
menimbulkan pertikaian.
Dalam pembukaaan UUD 1945 pasal
29 ayat 2 telah disebutkan bahwa "Negara menjamin kemerdekaan
tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya sendiri-sendiri dan untuk beribadat
menurut agamanya dan kepercayaannya" Sehigga kita sebagai warga Negara
sudah sewajarnya saling menghormati antar hak dan kewajiban yang ada diantara
kita demi menjaga keutuhan Negara dan menjunjung tinggi sikap saling toleransi
antar umat beragama.
Arti dan Makna Toleransi
Toleransi berasal dari bahasa
latin dari kata "Tolerare" yang berarti dengan sabar membiarkan
sesuatu. Jadi pengertian toleransi secara luas adalah suatu perilaku atau
sikap manusia yang tidak menyimpang dari aturan, dimana seseorang menghormati
atau menghargai setiap tindakan yang dilakukan orang lain.
Toleransi juga dapat dikatakan
istilah pada konteks agama dan sosial budaya yang berarti sikap dan perbuatan
yang melarang adanya diskriminasi terhadap golongan-golongan yang berbeda atau
tidak dapat diterima oleh mayoritas pada suatu masyarakat. Misalnya toleransi
beragama dimana penganut Agama mayoritas dalam sebuah masyarakat mengizinkan
keberadaan agama minoritas lainnya. Jadi toleransi antar umat beragama berarti
suatu sikap manusia sebagai umat yang beragama dan mempunyai keyakinan, untuk
menghormati dan menghargai manusia yang beragama lain.
Istilah toleransi juga dapat
digunakan dengan menggunakan definisi "golongan / Kelompok" yang
lebih luas, misalnya orientasi seksual, partai politik, dan lain-lain. Sampai
sekarang masih banyak kontroversi serta kritik mengenai prinsip-prinsip
toleransi baik dari kaum konservatif atau liberal.
Pada sila pertama dalam Pancasila,
disebutkan bahwa bertaqwa kepada tuhan menurut agama dan kepercayaan
masing-masing merupakan hal yang mutlak. Karena Semua agama menghargai manusia
oleh karena itu semua umat beragama juga harus saling menghargai. Sehingga
terbina kerukunan hidup anatar umat beragama.
Contoh Perwujutan Toleransi
Beragama:
- Memahami setiap perbedaan.
- Sikap saling tolong menolong antar sesama umat yang tidak membedakan suku, agama, budaya maupun ras.
- Rasa saling menghormati serta menghargai antar sesama umat manusia.
Contoh pelaksanaan Toleransi
Beragama:
- Memperbaiki tempat-tempat umum
- Kerja bakti membersihkan jalan desa
- Membantu korban kecelakaan lalu-lintas.
- Menolong orang yang terkena musibah atau bencana alam
Jadi, bentuk kerjasama ini harus
kita praktekkan dalam kegiatan yang bersifat sosial kemasyarakatan serta tidak
menyinggung keyakinan pemeluk agama lain. melalui toleransi diharapkan terwujud
ketertiban, ketenangan dan keaktifan dalam menjalankan ibadah menurut agama dan
kepercayaan masing-masing..
Toleransi Umat Beragama di Indonesia
Pandangan ini muncul
dilatarbelakangi oleh semakin meruncingnya hubungan antar umat beragama di
indonesia. Penyebab munculnya ketegangan antar umat beragama tersebut antara
lain:
Kurangnya pengetahuan para pemeluk agama akan agamanya
sendiri dan agama pihak lain.
- Kaburnya batas antara sikap memegang teguh keyakinan agama dan toleransi dalam kehidupan masyarakat.
- Sifat dari setiap agama, yang mengandung misi dakwah dan tugas dakwah.
- Kurangnya saling pengertian dalam menghadapi masalah perbedaan pendapat.
- Para pemeluk agama tidak mampu mengontrol diri, sehingga tidak menghormati bahkan memandang randah agama lain.
- Kecurigaan terhadap pihak lain, baik antar umat beragama, intern umat beragama, atau antara umat beragama dengan pemerintah.
Pluralitas agama hanya dapat dicapai
seandainya masing-masing kelompok bersikap lapang dada satu sama lain. Sikap
lapang dada dalam kehidupan beragama akan memiliki makna bagi kemajuan
dan kehidupan masyarakat plural, apabila ia diwujudkan dalam:
- Sikap saling mempercayai atas itikad baik golongan agama lain.
- Sikap saling menghormati hak orang lain yang menganut ajaran agamanya.
- Sikap saling menahan diri terhadap ajaran, keyakinan dan kebiasan kelompok agama lain yang berbeda, yang mungkin berlawanan dengan ajaran, keyakinan dan kebiasaan sendiri.
Contoh Toleransi Umat Beragama dalam Kehidupan Nyata
Toleransi antarumat beragama antara
pemeluk Agama Islam dan Kristen di
Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan dan Masjid Al Hikmah, Serengan, Kota
Solo, Jateng. yang tercipta sejak dahulu.
"Dua bangunan tersebut
berdampingan serta memiliki alamat yang sama, yaitu di Jalan Gatot Subroto
Nomor 222, Solo,"
Namun Perbedaan keyakinan tidak
menyurutkan semangat pemeluk Kristen dan Islam setempat untuk saling
menjaga kerukunan, menghormati dan mengembangkan sikap toleransi. Bangunan
Masjid Al Hikmah didirikan pada tahun 1947 sedangkan GKJ Joyodingratan
didirikan 10 tahun sebelumnya atau sekitar 1937. namun Toleransi antarumat
beragama telah tercipta sejak lama disini.
Misalnya saat pelaksanaan Idul Fitri
yang jatuh pada Minggu. Pengelola gereja langsung menelepon pengurus masjid
untuk menanyakan soal kepastian perayaan Idul Fitri. Kemudian pengurus gereja
merubah jadwal ibadah paginya pada Minggu menjadi siang hari, agar tidak
mengganggu umat Islam yang sedang menjalankan shalat Idul Fitri.
Contoh lainnya adalah pengurus
masjid selalu membolehkan halaman Masjid untuk parkir kendaraan bagi umat
kristiani GKJ Joyoningratan saat ibadah Paskah maupun Natal.
hal tersebut merupakan contoh kecil
toleransi antarumat beragama yang hingga saat ini terus dipelihara. Baik pihak
gereja maupun Pihak masjid, saling menghargai dan memberikan kesempatan untuk
menjalankan ibadah dengan khusyuk dan lancar bagi masih-masing pemeluknya.
seandainya terdapat oknum tertentu yang akan mengusik kerukunan antar umat
beragama di tempat tersebut, baik pihak masjid maupaun gereja akan bergabung
untuk mencegahnya.
Sekian Artikel tentang Toleransi Antar Umat Beragama, semoga
artikel diatas dapat bermanfaat bagi sobat dan dapat memberikan pengetahuan
serta dapat membantu mengimplementasikan praktek-praktek toleransi beragama
dalam kehidupan bermasyarakat.
Langganan:
Postingan (Atom)